Leonardo Barbosa Terpaksa Mengalah Dari Ahmed Wali Hotak Karena Sempat Mendapat Ancaman

controledepraga – Leonardo Barbosa terdesak pura- pura cedera saat melawan Ahmed Wali Hotak sebab diancam dibunuh oleh laki- laki bersenjata. Barbosa menekur dengan berbohong hadapi cedera selama pertarungan setelah dituntut takluk oleh laki- laki bersenjata tidak diketahui.

Barbosa dijatuhkan dengan dengkul ke badan oleh Hotak dalam kegiatan penting TGFC 11 di Kabul, Afghanistan, pada 11 Februari. Tetapi dalam artikel media sosial yang dihapus semenjak itu, laki- laki berumur 32 tahun itu mengatakan kalau ia sengaja mengalah dari petarung kampung halamannya.

Dalam suatu tanya jawab dengan MMA Fighting, Barbosa berkata kalau saat sebelum pertarungan ia sudah diancam oleh seseorang laki- laki di ruang ganti dengan senjata. Pemain Brasil itu mengklaim kalau ia setelah itu memandang laki- laki bersenjata yang sama di zona VIP selama pertarungan, amat dekat dengan octagon.’’ Ia lalu berteriak, amat kasar,’’ ucapnya.

’’’Dia mendekati kandang di antara ronde dan mulai mengatakan sesuatu yang mirip dengan apa yang dia katakan di ruang ganti, hanya saja lebih agresif,’’ungkapnya.

’’Saya memenangkan pertarungan, saya memenangkan babak pertama dengan baik, lawan saya mengalami patah hidung dan membutuhkan operasi pada hari berikutnya, dan saya pikir saya akan menang, tetapi saya merasa tidak dapat melakukan apa pun dalam pertarungan itu.

’’Saya kembali berbeda untuk ronde kedua, serangkaian hal terlintas dalam pikiran saya. Saya punya seorang putra, saya punya keluarga. Dia membunuhku bukanlah ketakutan terbesar saya karena akibatnya akan sangat besar, tapi, saya tidak tahu, orang-orang di sana agak rumit.’’

Barbosa seorang diri dalam perjalanannya dari Brasil ke Afghanistan setelah manajernya diklaim positif Covid- 19 satu hari saat sebelum ia meninggalkan tanah airnya. Serta petarung MMA yang mempunyai rekor 17- 7 itu membenarkan kalau paspornya ditaruh oleh imigrasi pada saat kehadiran serta cuma dikembalikan setelah ia check- in buat penerbangan kembali.

’’Saya tidak memiliki dokumen di negara asing. Ketakutan terbesar saya adalah sesuatu yang terjadi dan terjebak di sana. Saya akan melakukan sesuatu untuk melawan dan mempertahankan hidup saya, bukan?’’

Terbebas dari pengalamannya, Barbosa berterus terang sudah ditawari pertandingan ulang oleh administratur TGFC buat kegiatan Mei di Dubai. ’’Saya akan menggunakan struktur yang berbeda kali ini, dengan cornermen saya dan yang lainnya. Saya tidak akan pernah bepergian lagi tanpa tim saya.’’