Perlombaan antara Dillian Whyte serta Alexander Povetkin hendak jadi festival kategori berat sangat berarti di tahun 2020, tutur pelopor Eddie Hearn.

Whyte hendak memercayakan statusnya bagaikan penantang harus WBC melawan Povetkin pada Sabtu malam, 22 Agustus 2020, di Matchrooms Fight Camp di Brentwood, Inggris.

Povetkin, peraih medali kencana Olimpiade serta mantan pemenang WBA, mungkin terletak dalam peluang terakhirnya buat bersiap meregang titel pemenang bumi.

Juara pertarungan hendak terletak di posisi langsung buat menantang penyandang titel kategori berat WBC. Bila Whyte berhasil, hingga bersumber pada perintah WBC, ia hendak memperoleh perlombaan harus pada Februari 2021.

Pemenang WBC dikala ini merupakan Tyson Fury, yang terikat kontrak buat mengalami Deontay Wilder dalam pertarungan trilogi, yang ditargetkan pada 19 Desember 2020.

Pada kesepakatan baru- baru ini, WBC mempermanis perlombaan Whyte- Povetkin- dengan berikan status pada pertarungan buat” titel Diamond” mereka.

“[Gelar WBC Diamond] dipertaruhkan buat awal kalinya. Ini sedang buat titel kategori berat bumi sedangkan, namun pula sabuk Diamond. Ini pertarungan kategori berat sangat berarti tahun ini. Alexander Povetkin bisa masuk serta jadi penantang harus BC cuma dengan memenangkan pertarungan ini. Dillian Whyte sudah menunggu 1000 hari. Juara Fury melawan Wilder wajib melawan Dillian Whyte ataupun Povetkin ataupun melepaskan sabuknya,” tutur Hearn pada IFL Televisi.

” Bila mereka[Fury serta Wilder] berkelahi di bulan Desember, kita senantiasa ketahui kalau Februari tidak bisa jadi. Kita mau melaksanakan itu sebab aku mau melaksanakan yang tidak terbantahkan. Bila Tyson Fury tidak mau melawan Dillian Whyte, aku telah berdialog dengan AJ. AJ mau titel bumi WBC. Ia mau jadi pemenang bumi WBC. Jadi siapa juga yang mempunyai titel pemenang bumi WBC, mereka hendak melawan AJ.”

” Jadi bila Fury mau melepaskan gelarnya serta Dillian Whyte berkelahi dengan tingkatan awal ataupun kedua buat titel, ia dapat melawan Anthony Joshua.”