Penyakit kulit parah yang menyerangnya nyaris satu tahun hampir merenggut karir pukulan bumi Jonathan Kumuteo. Saat ini, sehabis membaik, Kumuteo bersiap menempuh debut di ring pukulan.

Jonathan Kumuteo menanggulangi penyakit kulit radang parah serta saat ini sedia buat debut pukulan membela. Hidradenitis suppurativa( HS) nyaris membuat Kumuteo kehabisan kariernya, namun kesimpulannya ia lekas jadi petinju handal.

Jonathan Kumuteo terdesak berkelahi melawan hidradenitis suppurativa( HS), situasi kulit yang buatnya tergeletak di tempat tidur cuma sebagian minggu sehabis memenangkan invitasi pukulan pemula yang bergengsi. Kumuteo, yang meninggalkan Republik Demokratik Kongo sepanjang Perang Awam buat bermukim di Inggris, saat ini hendak menempuh debut pukulan profesionalnya namun perjalanannya amat berat.

Petinju dari klub pemula Finchley, tempat Anthony Joshua serta Belok Chisora, berkata pada Sky Sports:” Pada akhir 2014 aku hadapi bengkak tanpa rasa sakit di ketek aku. Itu tidak ingin lenyap. Pada 2015, aku berangkat ke rumah dokter biasa buat pengecekan teratur serta ia berikan aku antibiotik.

’’ Bengkak mulai membengkak ukurannya serta menggapai sebesar bola golf. Itu jadi menyakitkan kala tangan aku berkedut.’’

’’ Aku sedang adu jotos serta, bagaikan pria, kita tidak mau berserah dengan berangkat ke rumah sakit.’’

’’ Tetapi sesuatu hari saya tiduran di kursi serta lenganku rasanya mau meledak. Saya berangkat ke A&E.’’

’’ Aku mempunyai obat penghilang rasa sakit serta pembedahan. Namun mereka meninggalkan aku dengan lubang sedalam 4cm. Aku disuruh berobat ke rumah sakit setempat tiap hari.’’

” Memerlukan durasi 6 minggu buat membaik.’’

” Tetapi lukanya hendak ditutup setelah itu hendak dibuka kembali. Itu terjalin sepanjang satu tahun.”

Tidak tahu gimana Kumuteo dapat berjuang dengan pekerjaan pukulan amatirnya namun keadaannya memburuk.” Pada 2016 aku belajar buat kompetisi nasional serta aku mulai merasa terdapat bengkak di dasar kedua ketek. Aku di nyatakan mengidap hidradenitis suppurativa( HS), Kumueto menceritakan.

’’ Aku minum 8 antibiotik per hari serta memenangkan kompetisi London di dasar 20- an. Aku takluk di semifinal nasional ABA sebab juara kesimpulannya.’’

’’ Aku mulai merasa lemas serta, di isi kepala aku, ketahui apa itu sebab terdapat hari- hari kala aku tidak dapat belajar sebab sangat menyakitkan.’’

” Malam Tahun Terkini 2016 aku tidak dapat bangun dari tempat tidur. Aku memandang seluruh sahabat aku berhura- hura di Instagram serta Snapchat namun aku tidak dapat melaksanakan apa- apa. 8 minggu tadinya aku sudah memenangkan kompetisi London.”

Kumuteo mau membagikan impian pada pengidap hidradenitis suppurativa( HS) yang lain sebab beliau menguasai kesusahan yang ditimbulkannya. Ia menarangkan:” Ini merupakan penyakit kulit radang parah. Ini menimbulkan permasalahan kesehatan psikologis yang mudarat sebab pengidap merasa malu. Ini merupakan, dalam maksud khusus, penyakit yang tidak nampak. Lukanya dapat beraroma. Dapat susah buat dipaparkan ataupun dimengerti. Keluarga aku mengatakan:” Bisa jadi Kamu tidak higienis?”

” Saya wajib mengenakan pembebat sepanjang 2 tahun jika tidak pakaianku hendak sirna sebab darah.”

Kumuteo sudah menempuh 3 pembedahan, salah satunya menginginkan durasi 8 bulan buat membaik. Yang terkini merupakan memasukkan kulit yang melenyapkan kelenjar keringat. Ia bilang ia saat ini seluruhnya membaik. Dipromosikan oleh Frank Warren, Kumuteo berambisi tahap berikutnya dari perjalanannya merupakan membuat debut membela Agustus ini.