Legenda Tinju Muhammad Ali Menjadi Mualaf – Julukan seseorang Muhammad Ali amat melegenda di bumi pukulan. Meski Laki- laki yang meninggal di umur 74 tahun itu ialah seseorang mualaf. Muhammad Ali menyudahi melafalkan perkataan Syahadat dikala namanya lagi naik daun. Semenjak melekap Islam, ia jadi simbol untuk Mukmin Amerika.

Mengambil dari NDTV, Belinda, istrinya, mengatakan alibi penting Muhammad Ali jadi seseorang mualaf. Laki- laki dengan julukan The Peoples Champ itu melekap Islam berakhir berkelahi bersama Belinda.

Dikala itu, tutur Belinda, Muhammad Ali terletak di luar kontrol. Belinda setelah itu memerintahkan Ali buat bersandar serta menulis suatu artikel. Ia memintanya buat menulis mengenai kenapa ia jadi seseorang Mukmin. Ali kemudian mengutip selembar kertas kosong serta pulpen biru serta mulai menulis.

Belinda yang saat ini mengenakan julukan Khalilah Camacho- Ali sudah memberikan artikel Muhammad Ali itu ke Museum Nasional Asal usul serta Adat Afrika Amerika, 25 Oktober 2017

Dalam esainya itu, Muhammad Ali

menulis mengenai era remajanya di Louisville dikala ia diketahui bagaikan Cassius Clay Jr. Sesuatu kala Ali memandang seseorang laki- laki menggunakan jaket mohair gelap, menjual harian cetakan Nation of Islam dikala beliau bepergian mencari gadis- gadis menawan.

Badan Islam

Tadinya Ali sempat mengikuti mengenai badan Islam Amerika itu serta pemimpinnya, Elijah Muhammad. Tetapi ia tidak sempat berasumsi sungguh- sungguh buat berasosiasi dengan golongan itu, yang memakai sebagian anutan Islam buat mengikhtiarkan hak kulit gelap serta koreksi diri.

Ali mengutip harian serta terpikat dengan suatu animasi. Animasi itu membuktikan seseorang owner budak kulit putih memukul budak kulit hitamnya serta memohon orang itu berharap pada Yesus. Ali juga mengetahui lukisan itu mempunyai arti yang salah

Muhammad Ali jadi mualaf bukan dengan cara kebatinan, melainkan pragmatisme. Animasi yang dilihatnya itu membuat ia tidak ingin mengenakan julukan Cassius Clay.

Pemberitahuan Muhammad Ali

Pada tahun 1964, kala ia memenangkan kompetisi kategori berat berakhir menjatuhkan Sonny Liston, Muhammad Ali memublikasikan dengan cara terbuka serta membuat statment bebas:” Aku yakin pada Allah serta dengan rukun,” tuturnya.

” Aku bukan lagi orang Kristen. Aku ketahui ke mana aku berangkat serta aku ketahui yang sesungguhnya. Aku tidak wajib jadi apa yang Kamu mau. Aku leluasa jadi apa yang aku mau.”

Ali mengatakan, kepindahannya ke agama Islam merupakan perihal yang alami serta selaras dengan bakat yang Allah mengadakan buat orang. Beliau beriktikad kalau Islam bawa keceriaan buat seluruh orang. Baginya, Islam tidak memperbedakan corak kulit, etnik, serta suku bangsa.

” Seluruhnya serupa di hadapan Allah SWT. Yang sangat penting di bagian Tuhan mereka merupakan yang sangat bertakwa.”

Keyakinannya kepada Islam kian meningkat apabila Ali membaca alih bahasa Alquran. Saya meningkat percaya kalau Islam merupakan agama yang hak, yang tidak bisa jadi terbuat oleh orang.”