UFC Jadi Sorotan Karena Terlalu Banyak Sabuk 2020

Promotor tinju Eddie Hearn menyusun konsep untuk memicu olahraga adu jotos ulang menarik. Salah satunya dengan mengurangi jumlah gelar.

Pasang Bola Hearn menginginkan meniru promotor tarung bebas UFC.  Pasang Bola Perkembangan berarti tarung bebas tidak lepas dari sistem yang mereka terapkan.

Baca Juga

Kekasih Negatif Covid-19, Valentino Rossi Siap Tampil di MotoGP Eropa?

Hanya tersedia satu pemegang gelar pemegang sabuk di tiap-tiap kategori, kecuali sang juara tidak bisa mempertahankannya. Pada sementara itu UFC menyediakan gelar interim dengan pemenang lantas hadapi sang juara.

Prosedur ini menciptakan iklim persaingan sengit karena paling baik hadapi terbaik. Tidak tersedia pula perbincangan siapa yang lebih hebat.

Hal berbeda berjalan di tinju. Ada banyak gelar sesuai empat badan besar yang tersedia yaitu World Boxing Council (WBC), World Boxing Association (WBA), International Boxing Federation (IBF), dan World Boxing Organization (WBO).

“Kondisi ini tidak bagus. Kita memandang type di UFC. Saya menginginkan hal mirip diterapkan di tinju,” katanya, dilansir Sky Sports.

“Butuh pekerjaan berat untuk mobilisasi sistem serupa. Tapi kita sedang merancang dan menghendaki bisa menerapkannya jadi 2021,” sambung Hearn.
2 dari 4 halaman
Protes Mayweather
Floyd Mayweather, Conor McGregor, Tinju Dunia
Perbesar
Floyd Mayweather Jr. mengenakan sabuk kemenangan usai mengalahkan Conor McGregor terhadap gelaran Tinju Dunia super welterweight boxing di MGM Arena, Las Vegas, (26/8/2017). Mayweather menang TKO atas McGregor. (AP/Isaac Brekken)

Hearn juga melakukan tindakan menyusul protes Floyd Mayweather terhadap aksi WBC yang mengizinkan penerapan sistem waralaba terhadap juara. Mayweather menganggap hal berikut mengurangi makna terhadap keberhasilan pemenang.

“Kita perlu paham makna pentingnya sabuk juara. Tapi kita juga tidak mungkin meremehkan organisasi tinju dunia yang jadi anggota penting sejarah,” tandas Hearn.